-

Penjarahan Minimarket Murni Kriminal, Ini Penjelasan Humas Mabes Polri


Akibat Terjadinya kerusuhan dan penjearahan yang terjadi di Penjaringan, Polisi menangkap 15 orang yang diduga terkait dengan penjarahan salah satu toko minimarket di Luar Batang, Penjaringan, Jakarta Utara, kemarin malam. Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Mabes Polri Inspektur Jenderal Boy Rafli Amar mengatakan mereka tidak ada kaitannya dengan “Aksi Bela Islam II”, yang digelar di depan Istana Negara.

"Kejadian penjarahan tadi malam murni kriminal. Mereka ingin memanfaatkan situasi," kata Boy di Mabes Polri, Sabtu, 5 November 2016.

Boy menjelaskan, aksi ini diduga dilakukan warga yang tergabung dalam masyarakat di Luar Batang. Dalam kerusuhan tersebut, sejumlah orang melempari aparat polisi dan TNI dengan batu. "Mereka saat ini masih diperiksa di Polres Jakarta Utara," ujarnya.

Sebelumnya, warga Luar Batang dan Muara Baru, Jakarta Utara, tumpah ke jalan melakukan penjarahan dan ricuh dengan kepolisian. Selama lebih dari tujuh jam mereka menguasai sepanjang Jalan Gedong Panjang, sejak Jumat hingga Sabtu dinihari, 5 November 2016.

Peristiwa dimulai saat Aliansi Laskar Luar Batang mendatangi rumah Ahok pada Jumat sekitar pukul 18.30 WIB. Selang satu jam, massa semakin bertambah dan berkerumun di sepanjang Jalan Gedong Panjang, gang Masjid Luar Batang. Mereka melakukan penyisiran dan sweeping warga keturunan Cina yang melintas.

Massa juga melakukan sweeping kendaraan yang lewat. Penjarahan pada minimarket juga terjadi. Bahkan sejumlah kendaraan menjadi sasaran perusakan massa. Suasana mencekam di Penjaringan baru bisa diredam pada Sabtu sekitar pukul 02.30 WIB.

Semoga kita Ummat islam terlindungi dari fitnah yang keji. Amin..
Jangan Lupa DISHARE... GRATIS :

Related Article

Komentar Facebook:

BERSIHKAN USUS ANDA SEKARANG

BERSIHKAN USUS ANDA SEKARANG
Sehat dengan Fiforlif

Like Us On Facebook

Fokus Hari Ini

Berita Terbaru