-

Ketika KHALIFAH UMAR bin KHATTAB MEMECAT Pejabat KAFIR

Akhir-akhir ini, Masyarakt kita lagi heboh tentang Tafsir Surat Al-Maidah : 51 tentang larangan mengangkat Pemimpin Kafir. Namun untuk meluruskan hal ini, ada baiknya kita lihat dari Kisah yang terjadi pada zaman para Sahabat Rasul.

Kisah Khalifah UMAR BIN KHATTAB Memecat Pejabat Kafir

DIkisahkan bahwasanya Abu Musa Al-Asy'ari memiliki seorang juru tulis yang beragama Nasrani. Kemudian juru tulis tersbut diminta oleh Umar bin Khattab untuk membacakan surat dari Syam di dalam mesjid, namun Abu Musa Abu Musa Al-Asy'ari menolak permintaan tersebut, karena sang juru tulis adalah seorang nasrani, mengetahui hal tersbut Khalifa Umar langsung membentak Abu Musa Al-Asy'ari dan memukul pahanya sambil berkata "Keluarkan dia ( juru tulis Nasrani )", kemudian Umar membacakan Firman Allah Surat Al-Maidah ayat 51.

Yang Artinya :
Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang Yahudi dan Nasrani menjadi pemimpin-pemimpin(mu); sebahagian mereka adalah pemimpin bagi sebahagian yang lain. Barangsiapa diantara kamu mengambil mereka menjadi pemimpin, maka sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim.  (5: 51)

Umar bin Khattab melarang, jangan sampai orangorang kafir memiliki jabatan di pemerintahan meskipun itu hanya seorang juru tulis. 

Semoga mencerahkan bagi kita ummat islam, betapa bahayanya memiliki pemimpin yang kafir

Jangan lupa dishare teman-teman ....
Jangan Lupa DISHARE... GRATIS :

Related Article

Komentar Facebook:

BERSIHKAN USUS ANDA SEKARANG

BERSIHKAN USUS ANDA SEKARANG
Sehat dengan Fiforlif

Like Us On Facebook

Fokus Hari Ini

Berita Terbaru