-

Memberikan Pinjaman Lebih Utama dari Sedekah


Sisi kemanusiaan kita menuntut supaya kita memikirkan kondisi kalangan miskin dan mereka yang terlilit hutang. Hal ini karena Bani Adam saling berhubungan bak anggota tubuh.

Dalam literatur Islam, hutang dikelompokkan dalam dua klasifikasi: hutang duniawi dan hutang ukhrawi. Hutang duniawi seperti cicilan yang harus kita bayar ke bank. Hutang ukhrawi seperti salat, puasa, zakat, dan khumus yang harus kita tunaikan.

Setelah usai mengerjakan salat, sebaiknya kita berdoa kepada Allah: ya Allah, tunaikanlah hutang duniawi dan ukhrawi yang ada di pundakku.

Dalam ajaran Ahlul Bait Rasulullah saw, sedekah memiliki pahala lebih sedikit dibandingkan dengan memberikan pinjaman. Sedekah hanya memiliki pahala 10 kali lipat. Sementara memberikan pinjaman memiliki pahala 18 kali lipat. Hal ini lantaran penerima sedekah tidak bisa dipastikan orang yang membutuhkan. Sementara, hanya orang yang membutuhkan akan memohon pinjaman.

Dalam sebuah hadis, Imam Musa bin Ja‘far as berkata, “Jika seseorang memohon pinjaman kepada kalian dan kalian memiliki lalu enggan meminjamkan, maka Allah akan mengeluarkan kalian dari wilayah-Nya dan kalian masuk dalam wilayah setan.”

Dalam banyak hadis ditegaskan, pada masa kemunculan Imam Mahdi as, tak seorang pun pemilik hutang tersisa kecuali beliau pasti melunasinya. Tak satu pun tagihan terlantar kecuali pasti beliau mengembalikannya kepada pemiliknya.

Untuk itu, marilah kita sebagai penanti sejati Imam Mahdi persiapkan diri kita untuk memikirkan solusi bagi kalangan masyarakat yang terlilit hutang. Tentu, semampu kita.
Jangan Lupa DISHARE... GRATIS :

Related Article

Komentar Facebook:

BERSIHKAN USUS ANDA SEKARANG

BERSIHKAN USUS ANDA SEKARANG
Sehat dengan Fiforlif

Like Us On Facebook

Fokus Hari Ini

Berita Terbaru